Wujudkan Kepedulian Masa Depan Anak, Komunitas Waskitho Dirikan Pondok Yatim Piatu di Semarang

0
85
Peletakan batu pertama pondok Yatim Piatu dari komunitas Waskitho, di Semarang, Selasa (23/6).(suryasemarang.id/rasikafm)

SEMARANG, SURYASEMARANG.COM – Mewujudkan kepeduliannya dengan nasib dan masa depan anak yatim piatu yang ada di wilayah Kabupaten Semarang, kota Salatiga, Boyolali, Semarang dan Solo, Komunitas Sosial Waskitho mendirikan pondok pesantren yatim piatu yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada Selasa (23/6).

Pondok pesantren itu dibangun di atas tanah seluas 2.000 meter persegi di Dusun Dlisem, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Lahan itu sendiri merupakan tanah Wakaf dari Sutarno warga Salatiga.

Ketua Komunitas Sosial ‘Waskitho’ Bondhan Bagus Widodo, dalam acara pelatakan batu pertama mengatakan, pendirian pondok pesantren sendiri bertujuan memberikan bekal bagi para yatim piatu melalui dunia pendidikan sekaligus menyatukan mereka yang selama ini tinggalnya terpisah.

Baca:Flyslab Persembahkan Inovasi dari Batam Kepri untuk Indonesia

Baca:Flyslab Sangat Cocok untuk High Rise Building

Baca:Desa Wisata Kemetul di Semarang Tawarkan Pesona Alam yang Instagramable dan Tradisi Budaya

“Kami ingin keberdaan Waskitho bisa bermanfaat bagi sesama tanpa melihat unsur agama dan golongan” kata Bondhan.

Sementara itu Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo yang juga Ketua Pembangunan mengungkapkan, Waskitho sendiri berdiri pada 20 Februari 1996.

Sejak 24 tahun lalu komunitas ini bergerak pada bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

Kegiatan yang dilakukan baik melalui kegiatan santunan rutin maupun program beasiswa.

“Yang utama santuanan anak yatim piatu, pertama kita ada 6 anak yang kita santuni. Sampai sekarang ada 750 anak yatim piatu yang kita santuni, setahun 2 kali”.

“Kita saring mereka yang betul-betul tidak mampu kita santuni tiap bulan, ada 70 anak dari kebutuhan harian, kesehatan dan sekolah”.

“Santunan tahunan sebanyak 2 kali yang laksanakan di bulan Ramadhan dan bulan Muharam,” ungkap Agus Sudibyo kepada Suryakepri.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here